Perusahaan mempunyai fungsi pokok berupa fungsi produksi dan fungsi non produksi. Fungsi produksi adalah fungsi perusahaan untuk mengolah bahan baku menjadi produk selesai yang siap dijual. Sedangkan fungsi non produksi merupakan fungsi perusahaan selain mengolah bahan baku menjadi produk selesai, yakni terdiri dari fungsi pemasaran dan fungsi administrasi dan umum. Mengacu pada fungsi pokok perusahaan tersebut maka biaya juga dipisah mengikuti fungsi tersebut, yakni biaya produksi dan biaya non produksi. Dan biaya bahan baku masuk dalam kategori biaya produksi.
Sistem dan prosedur bahan baku merupakan bahan yang membentuk bagian besar produk jadi, bahan baku yang diolah dalam perusahaan manufaktur dapat diperoleh dari pembelian lokal, impor atau hasil pengolahan sendiri. Didalam memperoleh bahan baku perusahaan tidak hanya mengeluarkan biaya sejumlah harga beli tetapi biaya-biaya perolehan lain, maka timbul masalah mengenai unsur pokok bahan baku yang dibeli.
Peranan sistem informasi akuntansi pemakaian bahan baku dalam industi sangat diperlukan oleh perusahaan, di mana dengan penerapan sistem informasi akuntansi pemakaian bahan baku maka dapat perusahaan dalam pengelolaan informasi akuntansi pemakaian bahan baku.
Dengan pentingnya sistem dan prosedur pemakaian bahan baku maka perlunya memperhatikan pemakaian bahan baku yang akan digunakan dalam proses pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi. Biaya bahan baku adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan yang menjadi bahan pokok dari produk selesai. Biaya bahan baku merupakan biaya batun utama yang digunakan untuk membuat produk selesai, bahan baku dapat diidentifikasi ke produk dan merupakan bagan integal dari produk tersebut.
Biaya bahan baku adalah biaya yang timbul karena pemakaian bahan baku.
Sistem dan prosedur biaya bahan baku merupakan bagian penting dalam proses pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi bisa sama sekali masih mentah dari alam atau sudah diproses sebelumnya oleh pabrik lain sebelum diproses lebih lanjut di dalam perusahaan. Biaya bahan sebenamya terdiri atas bahan baku itu sendiri dan ada bahan penolong. Bahan baku merupakan komponen utama dalam barang jadi dan nilainya sangat material, berbeda dengan bahan penolong yang sifafnya adalah melengkapi proses pengolahan bahan baku menjadi barang jadi dan di samping itu pula, nilainya relatif kecil dibanding dengan nilai bahan baku yang diolah. Biaya bahan penolong jika tidak dimasukkan dalam kelompok biaya overhead pabrik digabungkan menjadi satu kelompok dalam bahan baku dengan nama biaya bahan baku dan penolong. Contoh bahan baku utama dalam perusahaan tekstil adalah kapas atau benang, sedangkan bahan penolongnya berupa zat pewarna atau zat kimia lainnya.
Jaringan prosedur yang membentuk sistem pengawasan produksi adalah :
Sistem dan prosedur bahan baku merupakan bahan yang membentuk bagian besar produk jadi, bahan baku yang diolah dalam perusahaan manufaktur dapat diperoleh dari pembelian lokal, impor atau hasil pengolahan sendiri. Didalam memperoleh bahan baku perusahaan tidak hanya mengeluarkan biaya sejumlah harga beli tetapi biaya-biaya perolehan lain, maka timbul masalah mengenai unsur pokok bahan baku yang dibeli.
Peranan sistem informasi akuntansi pemakaian bahan baku dalam industi sangat diperlukan oleh perusahaan, di mana dengan penerapan sistem informasi akuntansi pemakaian bahan baku maka dapat perusahaan dalam pengelolaan informasi akuntansi pemakaian bahan baku.
Dengan pentingnya sistem dan prosedur pemakaian bahan baku maka perlunya memperhatikan pemakaian bahan baku yang akan digunakan dalam proses pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi. Biaya bahan baku adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan yang menjadi bahan pokok dari produk selesai. Biaya bahan baku merupakan biaya batun utama yang digunakan untuk membuat produk selesai, bahan baku dapat diidentifikasi ke produk dan merupakan bagan integal dari produk tersebut.
Biaya bahan baku adalah biaya yang timbul karena pemakaian bahan baku.
Sistem dan prosedur biaya bahan baku merupakan bagian penting dalam proses pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi bisa sama sekali masih mentah dari alam atau sudah diproses sebelumnya oleh pabrik lain sebelum diproses lebih lanjut di dalam perusahaan. Biaya bahan sebenamya terdiri atas bahan baku itu sendiri dan ada bahan penolong. Bahan baku merupakan komponen utama dalam barang jadi dan nilainya sangat material, berbeda dengan bahan penolong yang sifafnya adalah melengkapi proses pengolahan bahan baku menjadi barang jadi dan di samping itu pula, nilainya relatif kecil dibanding dengan nilai bahan baku yang diolah. Biaya bahan penolong jika tidak dimasukkan dalam kelompok biaya overhead pabrik digabungkan menjadi satu kelompok dalam bahan baku dengan nama biaya bahan baku dan penolong. Contoh bahan baku utama dalam perusahaan tekstil adalah kapas atau benang, sedangkan bahan penolongnya berupa zat pewarna atau zat kimia lainnya.
Jaringan prosedur yang membentuk sistem pengawasan produksi adalah :
- Prosedur order produksi
- Prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang
- Proses dan produk selesai.
Untuk lebih jelasnya pengertian diatas maka akan diuraikan dibawah ini yaitu sebagai berikut :
1. Prosedur Order Produksi
Dalam prosedur ini surat order produksi dikeluarkan untuk mengkoordinasi pengolahan bahan baku menjadi produk jadi. surat order produksi ini dikeluarkan oleh Departemen Produksi berdasarkan order dari pembeli yang diterima dari fungsi penjualan atau berdasarkan permintaan dari fungsi gudang.
2. Prosedur Permintaan dan Pengeluaran Barang Gudang
Prosedur ini dinamakan oleh fungsi produksi untuk meminta bahan baku dari fungsi gudang. Jika perusahaan menyediakan persediaan bahan baku di gudang untuk memenuhi kebutuhan bahan baku bagi suatu order produksi, diperlukan prosedur untuk meminta dan mengeluarkan barang dari gudang.
3. Prosedur Produksi Selesai
Order produksi yang telah selesai dikerjakan perlu diserahkan dari fungsi produksi ke fungsi gudang. Prosedur produk selesai merupakan prosedur penyerahan produk selesai dari fungsi produksi ke fungsi gudang.
1. Prosedur Order Produksi
Dalam prosedur ini surat order produksi dikeluarkan untuk mengkoordinasi pengolahan bahan baku menjadi produk jadi. surat order produksi ini dikeluarkan oleh Departemen Produksi berdasarkan order dari pembeli yang diterima dari fungsi penjualan atau berdasarkan permintaan dari fungsi gudang.
2. Prosedur Permintaan dan Pengeluaran Barang Gudang
Prosedur ini dinamakan oleh fungsi produksi untuk meminta bahan baku dari fungsi gudang. Jika perusahaan menyediakan persediaan bahan baku di gudang untuk memenuhi kebutuhan bahan baku bagi suatu order produksi, diperlukan prosedur untuk meminta dan mengeluarkan barang dari gudang.
3. Prosedur Produksi Selesai
Order produksi yang telah selesai dikerjakan perlu diserahkan dari fungsi produksi ke fungsi gudang. Prosedur produk selesai merupakan prosedur penyerahan produk selesai dari fungsi produksi ke fungsi gudang.
Konverter Rupiah






Tidak ada komentar:
Poskan Komentar