Sabtu, April 21

Audit Manajemen Atas Fungsi Keuangan

Dengan adanya perkembangan ekonomi dan teknologi dewasa ini, mengakibatkan terjadinya persaingan antar perusahaan baik yang bergerak dibidang industri, dagang, maupun jasa semakin ketat. Mereka harus bersaing untuk mempertahankan laju perkembangannya dan eksistensinya, baik dengan kakuatan modal, mutu, pelayanan kepada konsumen, dan harga. Dalam hal ini peran manajer sebagai pengambil keputusan dalam suatu perusahaan sangat penting.

Setiap perusahaan yang didirikan bermaksud untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkannya, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang. Untuk mencapai tujuan tersebut, masing-masing perusahaan harus dapat mengkoordinir bagian-bagian yang ada di dalam perusahaan tersebut. Artinya antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya tidak berjalan sendiri-sendiri akan tetapi saling terkait, sehingga aktivitas perusahaan dapat dilakukan secara efisien dan efektif.

Aktivitas bagian keuangan merupakan salah satu kegiatan fungsional yang utama di dalam operasional perusahaan. Aktivitas bagian keuangan merupakan serangkaian kegiatan dari seluruh sistem aktivitas bisnis. Ini berarti bahwa pada aktivitas bagian keuangan, secara tidak langsung di dalamnya sudah termasuk aktivitas bagian-bagian lainnya, karena pada dasarnya setiap unit kegiatan membutuhkan dana/biaya dari bagian keuangan. Oleh karena itu, fungsi bagian keuangan dalam suatu organisasi ditunjukkan untuk merencanakan, mengumpulkan, menganalisa, dan memonitor data dari seluruh aktivitas fungsional dalam suatu perusahaan.

Dalam perusahaan, bagian keuangan mempunyai permasalahan; pertama, berapa banyak perusahaan melakukan investasi dan aktiva apa saja investasi tersebut. Masalah ini merupakan keputusan investasi perusahaan yang juga merupakan salah satu kegiatan utama fungsi manajemen keuangan yang disebut fungsi pengguna dana (allocation of fund). Masalah kedua, bagaimana cara memperoleh kas untuk membelanjai investasi tersebut, hal ini merupakan keputusan pembelanjaan yang harus diambil oleh manajer bagian keuangan yang juga merupakan kegiatan utama fungsi keuangan yang lain, yang disebut sebagai mendapatkan dana (raising of fund).

Dalam suatu aktivitas perusahaan yang sedemikian berkembang dan tumbuh menjadi besar, akan timbul masalah lain yaitu pimpinan tidak lagi dapat mengawasi secara langsung semua aktivitas perusahaan, termasuk aktivitas fungsi keuangan. Rentang kendali antara pimpinan dan stafnya akan semakin besar. Untuk itu dirasakan perlu adanya alat bantu yang menjadi penghubung diantara keduanya sehingga pimpinan dapat mengetahui bahwa perusahaan telah berjalan sesuai dengan arah yang ditetapkan sehingga tujuan-tujuan perusahaan dapat tercapai.

Salah satu bentuk penilaian terhadap aktivitas atau operasi tertentu, termasuk penilaian atas aktivitas fungsi keuangan adalah dengan melakukan audit manajemen. Audit manajemen merupakan suatu alat yang pada akhir-akhir ini sedang dikembangkan, dan hasilnya telah dinikmati oleh banyak perusahaan yang sudah maju, baik pada perusahaan swasta maupun pada perusahaan negara. Audit manajemen bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan perusahaan dalam hubungannya untuk menetapkan standar keefektifan, efisiensi dan kebijaksanaan pimpinan teratas.

Terdapat dua alasan mengapa suatu organisasi perlu dievaluasi atau dikaji ulang sistem perencanaan dan pengendalian aktivitas bagian keuangannya yaitu:
  • Evaluasi dapat digunakan sebagai perencanaan di dalam pengambilan keputusan baik untuk top manajemen, pejabat atau pemberi bantuan kredit dan lembaga lainnya yang mempunyai hubungan erat dalam kegiatan operasional suatu perusahaan.
  • Evaluasi dapat digunakan sebagai pedoman atau alat didalam pengawasan, apakah suatu organisasi dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan atau tidak.
Audit manajemen merupakan suatu pemeriksaan terhadap kegiatan yang ada di dalam perusahaan secara menyeluruh atau hanya sebagian, dengan tujuan memberukan rekomendasi yang konstruktif ke arah perkembangan perusahaan di masa yang akan datang melalui pemeriksaan ketidakefisienan dan ketidakberaturan elemen-elemen dalam perusahaan dan memberikan petunjuk-petunjuk yang memungkinkan untuk memperbaiki aktivitas fungsi-fungsi yang ada di dalam perusahaan, termasuk di dalamnya fungsi keuangan, sehingga manajemen dapat mencapai operasi dan administrasi perusahaan yang paling efisien dan efektif. Pada garis besarnya perusahaan akan menilai hasil audit manajemen dari tiga segi, tanpa melihat perbedaan fungsi-fungsi yang ada di dalam suatu perusahaan, yaitu:
  1. Audit manajemen dalam hubungannya dengan pengukuran kesesuaian wewenang dan tanggung jawab.
  2. Audit manajemen yang mengukur efisiensi penggunaan serta efektivitas program, fungsi aktivitas perusahaan.
  3. Audit manajemen adalah suatu usaha kearah peningkatan/pengembangan efisiensi penggunaan sumber daya.
Dengan demikian, audit manajemen dirancang untuk menganalisis, menilai, meninjau ulang dan mempertimbangkan hasil kerja manajer perusahaan dibandingkan dengan berbagai standar yang telah ditentukan atau pedoman yang telah ditetapkan perusahaan dan dapat mengevaluasi seluruh fungsi organisasi secara lengkap atau hanya mengevaluasi sebagian fungsi yang ada di dalam organisasi.
Bagikan Artikel Ini :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Posting Acak

Kumparan Berita

Loading...

Copyright  © 2013 Ilmu Ekonomi - All Rights Reserved | Powered By BLOGGER |

Kembali ke ATAS