Jumat, April 20

Analisis Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Perusahaan Manufaktur

Kegiatan ekonomi lndonesia saat ini dalam era globalisasi, perusahaan di lndonesia harus dapat menerima tantangan dari perusahaan sejenis yang lebih efisien. Baik perusahaan yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri, agar mampu bertahan hidup berkembang dan maju pesat. Untuk menjawab dan memanfaatkan peluang, setiap perusahaan wajib mendayagunakan setiap sumber daya yang dimiliki secara optimal untuk menghasilkan suatu keunggulan komparatif dan kompetitif bagi dirinya. Dengan berbagai keunggulan itu, perusahaan diharapkan akan mampu mempertahankan keberadaannya di tengah persaingan yang makin ketat.

Perusahaan atau organisasi melakukan berbagai aktivitas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam upaya untuk mencapai tujuan itu, perusahaan harus dapat beroperasi secara lancar dan dapat mengkombinasikan semua sumber daya yang ada, sehingga dapat mencapai hasil yang optimal dengan mendapatkan tingkat laba yang optimal pula.

Terdapat beberapa fungsi-fungsi manajemen, Salah satu fungsi yang penting adalah manajemen keuangan yaitu suatu kegiatan yang menyangkut kegiatan perencanaan, analisis dan pengendalian kegiatan keuangan. Kegiatan-kegiatan ini dapat dikelompokkan dalam beberapa kegiatan yaitu kegiatan mencari dan (sumber dana), alokasi dana, dan dividen.

Manajer keuangan dalam mengatur kombinasi dana yang optimal menjadi semakin kompleks dalam kondisi globalisasi pasar modal saat ini. Pengumpulan dana tidak lagi terbatas dalam satu negara melainkan terbuka kesempatan untuk menarik dana dari investor asing. Dilihat dari jangka waktu penggunaannya maka modal perusahaan dapat dibagi dua yaitu modal jangka panjang dan modal jangka pendek atau modal lancar atau modal yang selalu berubah-ubah sesuai dengan tingkat kegiatan perusahaan. Penelitian ini hanya akan membahas modal lancar atau yang sering disebut sebagai modal kerja.

Modal kerja mempunyai peranan yang penting dalam operasi perusahaan, baik untuk perusahaan jasa maupun perusahaan manufaktur. Di dalam mencapai target laba yang diharapkan, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan profitabilitas.

Modal keria adalah aktiva lancar yang digunakan untuk proses operasi perusahaan. Adapun modal kerja bersih adalah selisih antara aktiva lancar dan utang lancar. Perusahaan dalam beroperasi harus mempunyai modal kerja yang dapat digunakan untuk membelanjai operasinya sehari-hari. Misalnya untuk pembelian bahan baku atau barang dagangan, membayar upah buruh dan gaji pegawai, membayar tagihan-tagihan yang jatuh tempo, dan lain sebagainya. Uang/dana yang telah dikeluarkan untuk membelanjai operasi perusahaan tersebut diharapkan akan dapat kembali lagi masuk dalam perusahaan dalam jangka waktu pendek melalui hasil penjualan barang dagangan atau hasil produksinya. Keberadaan modal kerja disamping untuk mendanai operasi perusahaan juga merupakan pencerminan dari tingkat likuiditas perusahaan. Adanya modal kerja yang cukup, akan menjamin tingkat likuiditas yang baik sehingga menunjukkan tingkat keamanan baik bagi perusahaan maupun pihak kreditur terutama kreditur jangka pendek.

Peranan dari kebijaksanaan perusahaan dalam mengelola modal kerjanya akan tercermin dalam laporan keuangan yang disajikan. Untuk mengetahui kesehatan dan kemampuan perusahaan dalam mengelola modal kerjanya tersebut digunakan beberapa rasio keuangan diantaranya rasio aktivitas.

Besar kecil modal kerja harus disesuaikan dengan kebutuhan operasi perusahaan sehingga hasil yang diberikan dari penggunaan modal kerja itu bisa optimal. Modal kerja yang cukup sangat penting bagi perusahaan, karena akan memungkinkan bagi perusahaan untuk beroperasi seefisien mungkin dan perusahaan tidak mengalami kesulitan dalam menghadapi krisis keuangan yang mungkin akan terjadi. Kekurangan atau ketidakcukupan modal kerja dapat mengakibatkan kegagalan bagi suatu perusahaan untuk mencapai tujuannya, sementara modal kerja yang berlebihan menyebabkan adanya dana yang tidak produktif, dan hal ini dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Oleh sebab itu pengelolaan atas dasar besar kecilnya modal kerja yang tersedia harus disesuaikan atau dikaitkan dengan kebutuhan perusahaan.

Semakin lama periode terikatnya modal kerja akan semakin memperbesar jumlah kebutuhan modal kerja, demikian sebaliknya bila periode terikatnya modal kerja semakin kecil kebutuhan modal kerja juga semakin kecil. Periode terikatnya modal kerja pada perusahaan perdagangan biasanya lebih rendah dibanding perusahaan manufaktur. Pada perusahaan dagang periode terikatnya dana dimulai dari kas dibelikan barang dagangan yang kemudian dijual (misalkan dengan kredit) akan menjadi piutang dan setelah piutang terbayar, maka akan menjadi kas lagi. Lamanya barang dagangan terjual dan lamanya piutang tertagih tersebut merupakan periode terikatnya modal kerja. sedangkan pada perusahaan manufaktur, periode terikatnya modal kerja dimulai dari kas dibelikan bahan baku yang kemudian diproses ke dalam proses produksi sehingga menjadi barang jadi, barang jadi dijual akan menjadi piutang dagang dan bila piutang telah dibayar akan menjadi kas lagi. Masing-masing elemen modal kerja tersebut terikatnya membutuhkan waktu beberapa lama.

Mengelola modal kerja dalam perusahaan bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Modal kerja yang terlalu besar akan menjamin tingkat likuiditas perusahaan, tetapi menurunkan tingkat laba (profitabilitas) karena adanya dana yang menganggur baik yang tertanam dalam kas, piutang, atau pada persediaan. Tetapi sebaliknya modal kerja yang terlalu kecil akan menurunkan tingkat likuiditas dan resiko, tetapi dapat berarti meningkatnya tingkat laba (profitabilitas) perusahaan. Karena itu, pada umumnya perusahaan akan berusaha mempertahankan jumlah modal kerja yang cukup agar dapat mencapai tujuan likuiditas tanpa adanya resiko dari investasi yang tidak diperlukan. Dengan dasar ini, maka banyak perusahaan akan menitikberatkan kebijaksanaan modal kerjanya pada meminimumkan resiko yang timbul dari tidak cukupnya modal kerja. Jika modal kerja perusahaan cukup, sehingga likuiditas terjamin, maka manajemen akan mempunyai banyak waktu untuk mengkonsentrasikan pikiran ke arah pencapaian keunfungan atau profitabilitas perusahaan.

Setiap perusahaan membutuhkan pasar keuangan atau financial market untuk pendukung sumber dananya. Pasar keuangan terdiri dari pasar uang (money market) dan pasar modal (capital market). Pasar uang berkaitan dengan penyediaan dana-dana yang berjangka pendek, sementara pasar modal berkaitan dengan penyediaan dana.dana yang berjangka panjang. Pasar uang lebih banyak dimanfaatkan oleh perbankan dan sebagian kecil perusahaan-perusahaan besar, sedangkan pasar modal banyak dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan untuk mencari dana dalam jumlah besar serta dimanfaatkan para investor untuk menanamkan dananya. Dengan demikian pasar modal bisa digunakan sebagai salah satu altematif sumber dana bagi perusahaan dan sebagai instrumen investasi bagi para investor.

Pasar modal merupakan salah satu indikator untuk menilai perekonomian suatu negara berjalan dengan baik atau tidak. Hal ini disebabkan perusahaan yang masuk ke pasar modal adalah perusahaan- perusahaan besar dan kredibel di negara yang bersangkutan, sehingga bila terjadi penurunan modal kerja pasar modal maka terjadi pula penurunan kinerja disektor riil. Kondisi tersebut merupakan sinyal telah terjadinya penurunan perekonomian suatu negara. Pasar modal sebagai wadah untuk mencari dana bagi perusahaan dan wadah investasi bagi pemodal menyangkut kepentingan banyak pihak. Karena itu diperlukan suatu iklim investasi yang baik dan berlakunya pelaksanaan, pembinaan dan pengaurasan yang baik harus ada instansi yang mengatur, seperti Bursa Efek Indonesia (BEI) Sedangkan pengawasan pelaksanaan kegiatan pasar modal dilakukan oleh pemerintah melalui Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM).

Mengacu pada uraian yang telah dikemukakan di atas dan mempertimbangkan arti pentingnya modal kerja terhadap kelangsungan hidup perusahaan maka peneliti tertarik untuk menganalisis pengaruh perputaran modal kerja terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek lndonesia.
Bagikan Artikel Ini :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Posting Acak

Kumparan Berita

Loading...

Copyright  © 2013 Ilmu Ekonomi - All Rights Reserved | Powered By BLOGGER |

Kembali ke ATAS