Minggu, Januari 15

Perkiraan-perkiraan yang Memerlukan Penyesuaian

Jurnal penyesuaian perlu dibuat bila :
a. Keadaan suatu transaksi terah terjadi, tetapi informasi ini belum dicatat dalam perkiraan. Misalnya, biaya yang telah terjadi tetapi belum dibayar.

b. Menyangkut keadaan apabila transaksi telah dicatat dalam suatu perkiraan, tetapi saldo perkiraan yang bersangkutan perlu dikoreksi untuk mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Misalnya, perlengkapan yang telah dibeli dan dicatat dalam perkiraan aktiva. Pada akhir periode, sebagian dari perlengkapan tersebut sudah dipakai dalam kegiatan perusahaan.

Dalam keadaan demikian, suatu ayat jurnal penyesuaian akan membuat saldo perkiraan aktiva tadi mencerminkan keadaan yang sebenarnya yang menunjukkan posisi keuangan dan laba periodik yang wajar diperlukan terlebih dahulu beberapa perkiraan. Penyesuaian diperlukan karena ada data akuntansi yang telah menjadi pendapatan tetapi belum dicatat (accrued revenue), biaya yang telah dianggap sebagai beban tetapi belum dicatat (accrued expense), penerimaan telah dicatat tetapi belum diakui sebagai pendapatan (deferred/unearned revenue) dan biaya telah dibayar tetapi belum menjadi beban (deferred/prepaid expense).

Dua hal pertama (accrued revenue) dan (accrued expense) disebut perkiraan-perkiraan "antisipasi" (accrual) dan dua hal berikutnya disebut perkiraan-perkiraan "tansitoris" (deferral ).
 
Penyesuaian ini disamping dilakukan terhadap perkiraan antisipasi dan transitoris seperti yang telah disebutkan di atas, juga dilakukan terhadap penyusutan aktiva tetap (fixed asset s depreciation), amortisasi biaya (cost amortization) dan piutang dagang yang tidak dapat ditagih (doubtful account).
 
Dengan demikian, data akuntansi yang memerlukan penyesuaian adalah :
1) pendapatan yang masih harus diterim a (accrueel revenue)
2) biaya yang masih harus dibayar (accrued expense)
3) biayayang dibayar di muka (deferred/prepaid expense)
4) pendapatan yang diterima di muka (defened/unearned revenue)
5) penyusutan aktiva tetap (fixed assets depreciation)
6) amortisasi biaya (cost amortization)
7) piutang yang tidak dapat ditagih (doubtful account)
Bagikan Artikel Ini :

1 komentar:

Posting Acak

Kumparan Berita

Loading...

Copyright  © 2013 Ilmu Ekonomi - All Rights Reserved | Powered By BLOGGER |

Kembali ke ATAS