Minggu, Januari 1

Metode Langsung vs Metode Tidak Langsung Dalam Melaporkan Arus Kas Aktivitas Operasi

Perusahaan harus melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan salah satu dari metode berikut ini :
  1. Metode langsung . Dengan metode ini kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pegeluaran kas bruto diungkapkan.
  2. Metode tidak langsung. Dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan (deferral) atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu dan masa depan, dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan.
1. Metode langsung
Metode ini menghasilkan informasi yang berguna dalam mengestimasi arus kas masa depan yang tidak dapat dihasilkan dengan metode tidak langsung. Selain itu metode langsung memperlihatkan penerimaan dan pengeluaran kas operasi, hal ini sejalan dengan tujuan laporan arus kas yaitu untuk menyajikan informasi tentang penerimaan kas dan pengeluaran kas, dibandingkan dengan metode tidak langsung yang tidak melaporkan penerimaan dan pengeluaran kas

Pada metode langsung, informasi mengenai kelompok utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto dapat diperoleh :
1. Dari catatan akuntansi perusahaan
Cara ini hanya dapat dilakukan oleh eksternal analisis yang memungkinkan memperoleh data dengan lengkap dan masih murni.

2. Dengan menyesuaikan penjualan, pokok penjualan dan pos-pos lain dalam laporan laba rugi untuk :
a. perubahan persediaan, piutang usaha dan utang usaha selama periode berjalan
b. Pos bukan kas lainnya
c. Pos lain yang berkaitan dengan arus investasi dan pendanaan
Cara ini dapat ditempuh oleh eksternal analisis dengan informasi yang diperoleh dari laporan laba rugi.

2. Metode tidak langsung
Keunggulan menggunakan metode tidak langsung adalah bahwa metode ini berfokus pada perbedaan antara laba bersih dan arus kas bersih aktivitas operasi. Dalam metode tidak langsung, arus kas bersih dari aktivitas operasi ditentukan dengan menyesuaikan laba atau rugi bersih dari pengaruh :
  • Perubahan persediaan dan piutang usaha serta utang usaha selama periode berjalan.
  • Pos bukan kas seperti penyusutan, penyisihan, pajak, keuntungan dan kerugian valuta asing yang belum direalisasi, laba perusahaan asosiasi yang belum dibagikan dan hak minoritas dalam laba/rugi konsolidasi.
  • Semua pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan.
Penambahan laba bersih disebabkan oleh beban penyusutan, amortisasi aktiva tak berwujud dan beban yang ditangguhkan, amortisasi diskon obligasi, kenaikan dalam kewajiban pajak penghasilan yang ditangguhkan, kerugian pada investasi saham biasa dengan menggunakan metode ekuitas, kerugian pada investasi saham biasa, dengan menggunakan metode ekuitas, kerugian penjualan aktiva tetap, penurunan piutang, penurunan persediaan, penurunan beban dibayar dimuka, kenaikan piutang usaha dan kenaikan kewajiban yang masih harus dibayar. Sedangkan laba bersih berkurang dengan adanya amortisasi premi obligasi, penurunan kewajiban pajak yang ditangguhkan, laba pada investasi pada saham biasa dengan menggunakan metode ekuitas, keuntungan penjualan aktiva tetap, kenaikan piutang, kenaikan persediaan, kenaikan beban dibayar dimuka, penurunan utang usaha dan dan penurunan kewajiban yang masih harus dibayar.

Banyak penyusunan laporan keuangan menyatakan bahwa lebih murah menyesuaikan laba bersih menjadi arus kas bersih dari aktivitas operasi (metode tak langsung) daripada melaporkan penerimaan dan pembayaran kas operasi bruto (metode langsung). Pendukung metode tak langsung juga menyatakan bahwa metode langsung, yang melaporkan informasi perhitungan rugi laba atas dasar kas dan bukan akrual dapat membuat pemakai laporan keuangan menganggap bahwa arus kas aktivitas operasi adalah sama baiknya atau lebih baik daripada laba bersih sebagai alat pengukur prestasi.

Meskipun FASB menganjurkan penggunaan metode langsung, namun rekonsiliasi laba bersih ke arus kas bersih dari aktivitas operasi harus disajikan dalam skedul terpisah. Karena itu, dengan metode apapun, metode tak langsung yang memuat rekonsiliasi tersebut harus disusun dan dilaporkan.
Bagikan Artikel Ini :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Posting Acak

Kumparan Berita

Loading...

Copyright  © 2013 Ilmu Ekonomi - All Rights Reserved | Powered By BLOGGER |

Kembali ke ATAS