Jumat, Oktober 28

Analisis Jabatan atau Pekerjaan

Salah satu bagian dari perencanaan analisis jabatan atau pekerjaan adalah pemilihan orang-orang yang akan menyelenggarakan analisis jabatan atau pekerjaan secara hemat. Jika kebutuhan informasi analisis jabatan atau pekerjaan hanya bersifat vokasional, organisasi dapat mengangkat seorang analis pekerjaan temporer dari luar perusahaan, misalnya memakai jasa psikolog. Profesi psikolog yang berkecimpung dalam suatu organisasi (perusahaan) mensyaratkan beberapa keahlian, diantaranya melakukan analisis penempatan karyawan. Pelaksanaan analisis jabatan atau pekerjaanoleh psikolog tidak sebatas mencatat atau menguraikan pekerjaan yang dilakukan, alat bantu yang harus dipersiapkan untuk melakukan pekerjaan tersebut, kepada siapa hasil kerja dilaporkan, dengan siapa saja seseorang berhubungan dalam melakukan pekerjaan tersebut berhubungan atau sejauh mana tugas dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan pekerjaan. Para psikolog dalam kegiatan ini juga dituntut lebih jauh, yaitu menganalisis sifat, karakter atau “kepribadian” dari masing-masing jabatan. Hal ini merupakan esensi seorang psikolog berkecimpung dalam suatu perusahaan dan keterlibatannya dalam pembuatan suatu anaisis jabatan atau pekerjaan sehingga spesifikasi jabatan yang ditentukan dijadikan pedoman untuk melakukan tes fisik maupun psikologis terhadap calon karyawan.

Spesifikasi jabatan merupakan prasyarat bagi seseorang untuk bisa menduduki jabatan tersebut. Spesifikasi ini meliputi aspek pendidikan, pengalaman kerja, keahlian penunjang, syarat kesehatan fisik, seperti panjang jangkauan lengan, tidak buta warna, dan sebagainya; dan aspek psikologis, seperti taraf kecerdasan, pengendalian emosi, kemampuan relasi sosial, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Tentunya semakin kompleks jabatan tersebut maka spesifikasi yang ditetapkan akan semakin banyak. Jadi, mengapa setiap calon karyawan yang akan menempati posisi tersebut harus menjalani tes kesehatan fisik dan psikologis? Hal itu untuk mencocokkan apakah “kepribadian” pekerjaan yang ditawarkan itu sesuai dengan kepribadian calon karyawan.

Sikap yang perlu diperhatikan oleh penganalisis jabatan atau pekerjaan adalah sebagai berikut :
  1. Dengan sikap empatik memperkenalkan diri dan menjelaskan maksudnya untuk mengurangi kemungkinan salah pengertian dari karyawan atau pejabat yang sedang dianalisis jabatanatau pekerjaannya, maka penganalisis jabatan atau pekerjaan harus menjelaskan tujuan, fungsi, dan kewenangannya dan manfaat yang diperoleh dari analisis jabatan pekerjaan tersebut.
  2. Menunjukkan perhatian yang besar terhadap pekerjaan karyawan atau pejabat yang bersangkutan untuk memperoleh informasi yang diperlukan.
  3. Tidak bersikap seakan-akan menggurui karyawan atau pejabat yang bersangkutan. Hal ini akan menimbulkan psychological-friction. Mereka akan tersinggung dan kemungkinan besar akan menutupi informasi yang sebenarnya sehingga dapat mengurangi kuntitas dan kualitas informasi yang diperoleh.
  4. Mengumpulkan selengkap-lengkapnya informasi tentang tujuan program, seperti: (1) data tentang kualifikasi dan spesifikasi karyawan/pejabat tertentu, (2) data training atau metode training, dan sebagainya.
  5. Memeriksa kembali informasi yang sudah diperoleh dengan fakta yang ada di lapangan.
  6. Mengadakan pendekatan yang sopan dan dapat dimengerti oleh karyawan/pejabat yang bersangkutan sesuai tingkat pengetahuan dan pendidikannya

Bagikan Artikel Ini :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Posting Acak

Kumparan Berita

Loading...

Copyright  © 2013 Ilmu Ekonomi - All Rights Reserved | Powered By BLOGGER |

Kembali ke ATAS