Karakteristik utama dari pada piutang ialah dapat ditentukannya tanggal jatuh tempo dan jumlah uang yang akan diterimanya. Hal ini merupakan masalah pokok dalam menentukan nilai piutang itu sendiri.
Seacara normal piutang timbul dari kegiatan normall perusahaan yaitu penjualan barang dan jasa secara kredit. Oleh karena berbagai hal yang menimpa langganan, maka piutang-piutang tersebut ada kemungkinan tidak bisa tertagih.
Sehubungan dengan piutang tersebut, maka dalam Standar Akuntansi Keuangan (2007 : 93 ) dijelaskan bahwa:
“Piutang dinyatakan sebesar jumlah Bruto tagihan dikurangi dengan taksiran jumlah yang tidak dapat ditagih. Jumlah bruto piutang harus tetap disajikan pada neraca diikuti dengan penyisihan untuk piutang yang diragukan atau taksiran jumlah yang tidak dapat ditagih”.
Dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa untuk melaporkan piutang dalam neraca adalah sebesar jumlah yang akan direalisasikan yaitu jumlah yang diharapkan akan ditagih dihitung dengan mengurangkan jumlah yang diperkirakan akan tidak dapat ditagih kepada jumlah piutang.
Konverter Rupiah






Tidak ada komentar:
Poskan Komentar